BENGKULU MENUJU BONUS DEMOGRAFI TAHUN 2025 (PROYEKSI TAHUN 2019 – 2025)

Oleh : Drs. Agus Supardi (Kepala Bidang Dalduk Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu)

Pendapat para ahli tentang revolusi industri 4.0, Jobs Lost, Jobs Gained: Workforce Transitions in a Time of Automation, yang dirilis McKinsey Global Institute (Desember 2017), pada 2030 sebanyak 400 juta sampai 800 juta orang harus mencari pekerjaan baru, karena digantikan mesin, pendapat lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang P.S. Brodjonegoro, mempunyai pendapat yang sama dengan McKinsey & Co. Menurutnya, memasuki revolusi industri 4.0 Indonesia akan kehilangan 50 juta peluang kerja berbeda menurut menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Revolusi industri 4.0 justru memberi kesempatan bagi Indonesia untuk berinovasi. Revolusi yang fokus pada pengembangan ekonomi digital dinilai menguntungkan bagi Indonesia. Pengembangan ekonomi digital adalah pasar dan bakat, dan Indonesia memiliki keduanya. Ia tidak sependapat bahwa revolusi industri 4.0 akan mengurangi tenaga kerja, sebaliknya malah meningkatkan efisiensi

Pada periode kedua pemerintah Joko Widodo melalui RPJMN 2020 – 2024 meningkat Sumber Daya Manusia selain melanjutkan Infrastuktur melalui Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi. BKKBN dengan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga mempunyai kontribusi yang sangat besar melalui penurunan Kelahiran.

Provinsi Bengkulu menurut sumber Proyeksi Penduduk 2015 – 2045 hasil Sensus Antara Penduduk (SUPAS) 2015 dikeluarkan oleh Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik dan UNFPA tahun 2018 telah masuk pada masa Bonus Demografi tahun 2015 dengan rasio Ketergantungan 45 dan tahun 2025 mulai naik kembali walaupun masih dalam Bonus Demografi yaitu 46. Menurut Prof. Sri Moertiningsih Adioetomo SE.MA.PhD. dalam seminar di Provinsi Bengkulu mengatakan Bonus Demografi merupakan keuntungan adanya Program KB sehingga banyaknya kelahiran yang tercegah. Dan Provinsi Bengkulu telah memasuki Bonus Demografi urutan dua secara nasional dan lima kabupaten yang berada dalam bonus demografi yaitu satu kondisi lanjut, empat dalam kondisi sedang berjalan dan lima baru pada tahap pra transisi.

Untuk mewujudkan Bonus Demografi dalam mewujudkan Bengkulu Sejahtera, Maju, Damai dan Insani maka melalui proyeksi tahun 2019 sampai dengan 2025 sebagai pengambilan keputusan, kebijakan dan strategi dalam program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

Proyeksi menggunakan Program Spectrum 3 dan 5 dengan menggunakan dua scenario, Pfogram Smart Frens dan Statistik Demografi dengan sumber data dari Proyeksi Penduduk tahun 2015 – 2045 dikeluarkan oleh Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik dan UNFPA tahun 2018, Bengkulu Dalam Angka tahun 2019 yang dikeluarkan oleh BPS dan Statistik Migrasi Bengkulu tahun 2015 hasil Sensus Antara Penduduk Tahun 2015,dan Statistik Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bengkulu tahun 2015 dan 2018, dengan data dasar tahun 2015 dan masa akhir 2045. Hasil proyeksi di pilih yang mempengaruhi terwujudnya Provinsi Bengkulu dalam Bonus Demografi yaitu :

  • Penduduk, Laju Pertumbuhan Penduduk, TFR, Rasio Ketergantungan Tahun 2019 – 2025Pada tahun 2019 penduduk Bengkulu di proyeksi sebesar 1.976.057 jiwa, Laju Pertumbuhan Penduduk 1.25 dan  TFR 2.26 hasil tahun 2025 penduduk Bengkulu diproyeksikan sebesar 2.112.255 jiwa, Laju Pertumbuhan Penduduk 1.02 dan TFR 2.19 Rasio Ketergantungan 45,58.

  • Hamil Diinginkan, Tidak Diinginkan, TFR, Kematian Bayi: Dampak dari peurunan TFR menyebabkan kehamilan turun demikian juga kematian bayi dibawah satu tahun turun

  • Kesertaan Ber-KB, Peserta KB Aktif, Kehamilan, Melahirkan, Fertilita

 

Semakin meningkatnya Kesertaan ber-KB memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kelahiran total, dan kehamilan serta melahirkan turun.

Kesertaan ber-KB tahun 2019 sebesar 69.48 persen dan tahun 2025 sebesar 70.52 persen kehamilan dan kelahiran turun dari tahun 2019 di proyeksi hamil 41.021 dan melahirkan 35.685 dan tahun 2025 turun untuk hkehamilan 39.716 dan melahirkan 34.553

Kesimpulan :

  1. Kesertaan ber-KB meningkat menyebabkan angka kelahiran total (TFR) menurun
  2. Kesertaan KB meningkat menyebabkan kehamilan dan kelahiran turun
  3. Angka kelahiran turun dalam jangka panjang Bonus Demografi di Provinsi Bengkulu telah masuk pada tahun 2015 dan kembali meningkat pada tahun 2025 walaupun masih dalam kondisi masuk Bonus Demografi
  4. Hasil TFR SDKI 2017 dimana posisi Provinsi Bengkulu naik (2.34) dibandingkan tahun 2012 (2,2) dan dari hasil proyeksi pusat yang ditentukan tahun 2035 dan 2040  sebesar 1.5 dan tahun 2045 sebesar 2,14 maka hasilnya  menunjukkan kondisi kurang baik
  5. Pertumbuhan dari semua alat kontrasepsi moderen cenderung turun, dimungkinkan tingkat unmet need naik.
  6. Untuk mencapai Bonus Demografi hasil Dalam melakukan proyeksi terdapat kesulitan untuk sama dengan proyeksi penduduk tahun 2015 – 2045 sehingga perlu dilakukan rekaya menggukan beberapa program

Saran

  1. Penggarapan pada daerah tertinggal dan sangat tertinggal perlu ditingkatkan khususnya di Kampung KB
  2. Tingkatkan unmet need naik dan tingkat kebutuhan alat kontrasepsi tradisional naik terus dimonitor khususnya di Perdesaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *