HUT Kabupaten Bengkulu Selatan BKKBN Gelar Bhaksos Banggakencana

Bengkulu, IPKB – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bengkulu Selatan ke 71 yang dirayakan pada 8 Maret 2020 menggelar beberapa kegiatan sosial upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di daerah itu.

Pada puncak HUT kabupaten yang di pusatkan di Lapangan Pasar Bawah Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan itu, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu ambil bagian dalam upaya peningkatan kualitas dan kesejahteraan keluarga masyarakat di daerah itu dengan menggelar bhakti sosial program keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (banggakencana).

Kepala Bidang Advokasi dan Penggerakan informai (ADPIN) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Drs. Zainin kepada wartawan mengatakan, dari berbagai kegiatan pada perayaan HUT Kabupaten Bengkulu Selatan tahun ini pihaknya menggelar beberapa aksi bhaksos dalam mensosialisasikan program banggakencana kepada masyarakat di daerah itu.

Sosialisasi itu dengan menggelar pelayanan KB gratis, dan edukasi kesehatan reproduksi melalui peran Generasi Berencana (GenRe) dan pengurus pusat informasi konseling remaja (PIK-R) kabupaten setempat.

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB-KR) Perwakilan BKKBN Bengkulu Edi Sofyan, SE, MM menyampaikan pada bhaksos pelayanan KB dan kesehatan reproduksi di Bengkulu Selatan yang digelar pada pekan pertama Maret baru ini terjalinya atas dukungan Dinas PPKBP3A dan sejumlah PKB dalam mengedukasi pasangan usia subur dalam menggunakan kontrasepsi modern, ujarnya.

Pada bhaksos pelayanan KB gratis yang berlangsung seharai pada 8 Maret itu telah melayani pasangan usia subur (PUS) sebanyak 10 orang dengan menggunakan metode kontrasepsi implant, kata Edi Sofyan.

Sementara itu Pelaksana Harian (Plh) Kepala Sub Bidang Bina Keluarga Remaja (BKR) BKKBN Provinsi Bengkulu Weldi Suisno, S.Pd., M.E mengatakan, dalam peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya remaja terhadap kesehatan reproduksi remaja pihaknya libatkan GenRe dan pengurus PIK-R untuk mensosialisasikan program kesehatan reproduksi remaja.

PIK-R, kata Weldi terdapat TRIAD KRR, atau tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi remaja. TRIAD KRR adalah tiga permasalahan pada Kesehatan Reproduksi Remaja yang meliputi seksualitas, narkotika, Psikotropi, Zat Adiktif (NAPZA) dan HIV/AIDS.

Dengan disosialisasikannya secara kontinu program-program kesehatan reproduksi melalui GenRe dan PIK-R diharapkan selain terhindar dari TRIAD KRR juga dapat meningkatnya media usia kawin pertama bagi remaja putri maupun pria (21-25 tahun).

Perlunya pembangunan kependudukan bagi remaja, mengingat jumlah penduduk kelompok usia remaja ukup tinggi. Pada tahun 2017 jumlah penduduk remaja (usia 10-24 tahun) di Indonesia mencapai 66,6 juta jiwa atau sekitar 25,44 persen dari total jumlah penduduk di Indonesia (Bappenas 2017).

Dikatakan Weldi, penduduk remaja itu nantinya pada 2045 berusia 35-54 tahun yang akan menjadi generasi emas dan kalangan produktif bagi pembangunan bangsa, sebut weldi.

Ia mengatakan, sosialisasi program melalui organisasi remaja itu juga diharapakan akan meningkatkan pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksinya. “Melalui kegiatan GenRe dan PIK-R diharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan kesehatan reproduksi dan TRIAD KRR, harap Weldi.(rs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *