BKKBN Workshop Perumusan Isu Tentang Dampak Pengedalian Penduduk

Bengkulu, IPKB – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu pada pekan ke-dua Maret tahun ini menggelar workshop perumusan isu tentang dampak pengedalian penduduk. Untuk terbentuknya forum perumusan isu dampak pengendalian kependudukan di Bengkulu. Rumusan tersebut sebagai input kebijakan pengendalian dampak kependudukan 2020.

Melalui workshop yang melibatkan sebanyak 35 orang peserta dari unsur ASN lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) KB kabupaten/kota itu dapat mengindentifikasi isu-isu penting masalah kependudukan di daerah ini, kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Drs. Agus Supardi usai pembukaan pertemuan workshop baru ini.

Drs. Agus supardi Kepala Bidang Dalduk Pwk BKKBN Prov. Bengkulu (tengah)

Selain itu, kata Agus, workshop yang berlangsung sehari di Gedung pelatihan dan Pengembangan BKKBN itu bertujuan meningkatkan kerjasama baik dalam melakukan kajian pengembangan terhadap persoalan kependudukan, maupun kerjasama dalam pengembangan model strategis dalam penggarapan masalah kependudukan, ujar Agus.

Ia mengatakan, dilakukannnya workshop tersebut mengingat permasalahan penduduk dan isu kependudukan bersifat kompleks dan multidimensi. Oleh sebab itu, permasalahan penduduk harus dikaji dari berbagai persektif. ‘kompleksnya hubungan timbal balikantara isu-isu tentang dampak kependudukan dan aspek-aspek pembangunan, maka amat penting dilakukannya workshop itu. Sebab melalui kegiatan itu dihgarapkan dapat terbentuk forum perumus untuk menyusun prioritas dalam mengintervensi dan rekomendasi strategis bagi dampak kependudukan, kata Agus.

Kepala Sub Bidang Analisis Dampak Kependudukan Perwakilan BKKBN Provinsi bengkulu Feri Maryono, SE menambahkan, kegiatan yang berlangsung sehari itu bertujuan untuk mensinergikan kebijakan kependudukan dan keluarga berencana dalam penyelarasan kebijakan kependudukan dan KB dalam rangka mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan serta penduduk tumbuh seimbang.

Ia mengatakan, workshop yang menghadirkan narasumber dari koalisi kependudukan pembangunan daerah Bengkulu, dan Bappeda Provinsi Bengkulu itu terdapat peserta dari dinas OPD KB masing-masing kabupaten/kota tiga orang dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Bengkulu tiga orang dan dua orang dari unsur BKKBN Provinsi Bengkulu.

Pertemuan tersebut guna membahas tentang isu-isu kependudukan dan informasi secara dini dampak kependudukan yang ada di Provinsi Bengkulu, pada umunya isu-isu kependudukan di tingkat daerah kabupaten/kota, pungkas Feri. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *