PPKBD Minta Pelayanan Ulang KB Implant

Hery Gunawan, S.FARM, Apt Kasubbid Bina Kesertaan KB dan Jalpemswa BKKBN Bengkulu.

Bengkulu, IPKB – Masih ingat, pada 18 April 2017 lalu, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu gelar kegiatan pelayanan serentak di sejumlah wilayah kecamatan di Bumi Rafflesia itu.

Pada kegiatan yang berlangsung menyentuh 128 kecamatan berhasil layani 5.593 akseptor baru denganĀ  menggunakan dua metode kontrasepsi yaitu implant dan intera uterine device (IUD). Terdapat peserta dengan implant sebanyak 5.350 akseptor dan 143 peserta IUD.

Pelayanan implant itu terdapat di kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 614 akseptor, Bengkulu Utara 828, Rejang Lebong 550 peserta, Kota Bengkulu sebanyak 278 akseptor, Kabupaten Seluma 704, Kepahiang 493 peserta.

Sementara di Kabupaten Kaur layani implant sebanyak 429 akseptor, mukomuko 534, Kabupaten Lebong sebanyak 512 peserta, dan Kabupaten Bengkulu Tengah 408 peserta.

Bukan kegiatan pelayanan serentak yang menjadi perhatian, melainkan ribuan peserta implant itu tengah menunggu pelayanan ulang kembali didapati. Pasalnya, peserta implant sebanyak itu sudah habis masa fungsinya.

Penyusuran warta Bengkulu, tidak sedikit PUS peserta KB implant di daerah ini pertanyakan pelayanan implant yang habis waktu. Salah satu Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) (Yosfi 48) kader KB desa di wilayah Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu sering ditanyakan PUS untuk mendapatkan pelayanan implant.

Yosfi minta, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu melalui Dinas KB Kota dapat berikan akses pelayanan KB implant. Sehingga implant yang habis waktu dapat dibongkar dan mendapat pelayanan ulang, pinta kader KB.

“Kita selalu ditanyakan peserta KB implant untuk bongkar pasang implant yang habis masa pakai,” katanya di Bengkulu belum lama ini.

Menyoal hal itu, Kepala Sub Bidang Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah dan Swasta Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Hery Gunawan, S.FARM, Apt ditanya melalui seluler, Sabtu, 9/5, ia tidak menampik adanya tuntutan masyarakat akan hal demikian itu.

Pelayanan KB keliling masa pandemi Covid-19 di wilayah pedesaan, Bengkulu (Photo Idris)

Ia mengatakan, kondisi itu menandakan program KB diterima dan telah menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat sehingga muncul kekhawatiran akan terjadinya kehamilan akibat putus pakai. Artinya, masyarakat sadar akan pentingnya program KB pengaturan jarak kehamilan, ujar Hery.

Menjawab permintaan itu, Hery mengatakan bahwa BKKBN selaku lembaga penyelenggara program bertanggungjawab akan keberlangsungan KB. Terhadap putus pakai implant dapat diganti dengan menggunakan jenis lainnya, BKKBN sasar sejumlah wilayah di daerah itu dengan program pelayanan keliling cegah putus pakai kontrasepsi, kata Hery kepada wartwan di Bengkulu.

Pelayanan keliling itu dengan menyalurkan kontrasepsi pil, kondom dan pelayanan KB suntik. Bagi peserta implant dapat dialihkan dengan menggunakan kontrasepsi jangka pendek tersebut, ujarnya.

Mengatasi peserta implant yang habis masa pakai pada msa pandemi sekarang ini, kata Hery, nanti usai wabah Covid-19 bongkar pasang implant dapat dilakukan. ” Saat ini kita anjurkan untuk ganti cara dulu, jangan sampai putus pakai alkon, imbuhnya.

Langkah itu sebagai upaya mengantisipasi kehamilan dan ledakan kelahiran pasca pandemi Covid-19, tutup Hery. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *