Workshop PKBR di Bengkulu Libatkan Pengelola PIK-R

Photo bersama usai pembukaan workshop peningkatan PKBR, Rabu,12/8

Bengkulu, IPKB – Workshop peningkatan kualitas pelaksanaan ” Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja ” (PKBR) di Provinsi Bengkulu libatkan pengelola Pusat Informasi Konseling -Remaja (PIK-R) di daerah itu. Hal itu diperlukan guna meningkatkan kapasitas PIK-R dalam pemahaman tentang program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) khususnya bidang remaja.

Pertemuan kelompok kerja yang berlangsung selama dua hari sejak 12-13 Agustus itu menurunkan sebanyak 25 orang peserta sebagai pngelola PIK-R, terdapat unsur organisasi prangkat daerah (OPD) KB kabupaten/kota dan pengelola PIK-R unggulan masing-masing sebanyak 10 orang dan terdapat lima orang peserta dari forum Generasi Berencana (GenRe).

Hal itu disampaikan Analisis Kebijakan Ahli Madya Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Drs. Arsyad, M.Si kepada wartawan di Bengkulu usai mengikuti pembukaan workshop di ruang belajar Balai Pelatihan dan Pengembangan (Balatbang), pekan ke-dua Agustus baru ini.

Ia mengatakan, PIK-R adalah suatu wadah kegiatan program PKBR yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja guna memberikan pelayanan informasi dan konseling serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya. Dan PIK Remaja bertujuan untuk memberikan informasi PKBR, Pendewasaan Usia Perkawinan, keterampilan hidup (Life Skills).

Keterampilan hidup ini sangat penting, khususnya bagi remaja. Sebab, remaja dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan tangguh dalam proses menuju kedewasaan. Beberapa keterampilan hidup yang perlu dimiliki oleh remaja dewasa apalagi mahasiswa adalah manajemen waktu, berpikir kritis, keterampilan belajar, keterampilan berkomunikasi, dan keterampilan untuk mencari bantuan/informasi.

PKBR dimana suatu program untuk memfasilitasi terwujudnya remaja tegar, yaitu remaja yang berprilaku sehat, terhindar dari resiko Triad KRR (Sexualitas, Napza, HIV dan AIDS), menunda usia pernikahan, mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera serta menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya.

Diperlukannya beberapa program pembangunan bidang remaja itu mengingat, permasalahan remaja merupakan permasalahan yang sangat kompleks mulai dari jumlahnya yang cukup besar hingga permasalahan seputar kesehatan reproduksi remaja. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk, jumlah remaja di Indonesia pada tahun 2016 diperkirakan sekitar 66,3 juta.

Dengan jumlah yang sangat besar itu adalah potensi yang memerlukan pengelolaan yang terencana, sistematis dan terstruktur agar dapat dimanfaatkan menjadi modal pembangunan kedepan, pungkas Arsyad. (rs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *