Penyiapan Lansia Tangguh, Ratusan Kelompok BKL Ikuti Orientasi PJP

Bengkulu, IPKB – Upaya mempersiapkan orangtua atau kelompok lanjut usia (lansia) yang aktif, mandiri dan produktif. Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu sejak September lalu bekali ratusan kelompok kegiatan (Poktan) Bina Keluarga Lansia (BKL) tentang perawatan jangka panjang (PJP) bagi lansia.

Dibekalinya pengetahuan pada kelompok BKL itu agar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terhadap kader dan anggota dalam penerapan PJP. Sehingga orientasi tersebut mampu mempersiapkan keluarga yang memiliki lansia dengan mengembangkan tehnik perawatan yang baik agar tumbuhnya kemadirian para lansia.

Hingga Oktober bari ini orientasi PJP di Bengkulu telah diikuti sebanyak 262 kelompok, baik dengan pemberian bekal (orientasi) PJP maupun sosialisasi bagi kelompok kader, kata Pejabat Analis Kebijakan Ahli Madya, Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Drs. Arsyad, M.Si melalui Analis Kebijakan Ahli Muda, Koordinator Sub Bidang Bina Keluarga Balita, Anak dan Ketahanan Keluarga Lansia BKKBN Provinsi Bengkulu Sudirwan, SE di Bengkulu baru ini.

PJP adalah proses pemberian bantuan dan dukungan jangka panjang kepada lansia yang tidak mampu merawat dirinya sendiri yang diakibatkan keterbatasan fisik maupun mental. Terhadap kondisi lansia demikian maka perlu pendampingan oleh keluarga dan kelompok kegiatan BKL melalui pedoman perawatan jamngka panjang berbasis keluarga, ujarnya.

Ia mengatakan, kelompok BKL di daerah itu dinilai cukup membantu dalam pengembangan kemampuan lansia. Pasalnya, hingga Agustus 2020 BKL di Bengkulu tercatat sebanyak 1.040 kelompok poktan yang aktif. Kelompok tersebut terdapat di Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 159, Rejang Lebong 74 kelompok, Bengkulu Utara 177, Kabupaten Kaur terdapat 121 kelompok, Seluma sebanyak 113 kelompok.

Dan masih terdapat di kabupaten lainya seperti Kabupaten Mukomuko 131 kelompok, Lebong sebanyak 76 kelompok, Kepahiang terdapat 126 poktan BKL, Kabupaten Bengkulu Tengah 29 poktan dan Kota Bengkulu sebanyak 72 kelompok, jelasnya.

Ditambahkannya, dalam orientasi PJP bagi kelompok tersebut, BKKBN juga sosialisaikan progrma pembangunan kependudukan lainnya, seperti mengkampanyekan pendewasaan usia perkawinan (PUP) dimana usia kawin pertama (UKP) pertama pada umur 21 tahun bagi wanita dan 25 tahun bari pria. Perlunya hal itu untuk menekan peristiwa nikah dini di ditengah masyarakat, demikian Sudirwan. (rs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *