Workshop PKBR Bagi Poktan Bina Keluarga Remaja Wujudkan Generasi Sehat

     Workshop PKBR bagi Poktan BKR di Bengkulu, Senin,19/10.

Bengkulu, IPKB – Workshop Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) terhadap kader kelompok kegiatan (poktan) Bina Keluarga Remaja (BKR) sebagai upaya mewujudkan generasi berencana yang siap menyongsong masa depan.

Dalam konteks pembangunan manusia, pembinaan remaja memiliki peran yang strategis. Karena, remaja merupakan individu individu calon penduduk usia produktif yang pada saatnya kelak akan menjadi subjek atau pelaku pembangunan sehingga harus disiapkan agar menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Dan juga remaja merupakan individu-individu calon pasangan yang akan membangun keluarga dan calon orangtua bagi anak- anak yang dilahirkannya sehingga perlu disiapkan agar memiliki perencanaan dan kesiapan berkeluarga.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Ir. Rusman Efendi, MM saat membuka workshop PKBR terhadap kader BKR pekan ke-dua Oktober di ruang belajar Balatbang baru ini mengawali sambutannya menyebutkan bahwa, kesiapan berkeluarga merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan keluarga dan keluarga yang berkualitas sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkualitas.

Kepala Pwk BKKBN Prov. Bengkulu Ir.Rusman Efendi, MM

Dan, lanjut Rusman, jika gagal dalam membina remaja, bukan hanya menjadi ancaman kegagalan pembangunan karena gagal menyiapkan aktor-aktor pembangunan, tetapi juga ancaman kegagalan kualitas generasi berikutnya karena gagal dalam menyiapkan para calon orangtua.

” Kondisi remaja saat ini bukan tanpa tantangan. Masih ada permasalahan yang mengancam remaja, terutama kesehatan reproduksi dan gizi buruk akan berdampak pada kualitasnya “.

Pubertas atau kematangan seksual yang semakin dini dan akses terhadap berbagai media serta pengaruh negatif sebaya menjadikan remaja rentan terhadap prilaku seksual beresiko. Dengan demikian, remaja menjadi rentan mengalami kehamilan di usia dini, kehamilan di luar nikah, kehamilan tidak diinginkan dan terinfeksi penyakit menular seksual hingga aborsi yang tidak aman, tambahnya.

Saat ini masih terdapat 36 dari 1000 perempuan usia 15-19 yang pernah hamil dan melahirkan. Berbagai kajian menunjukkan bahwa remaja perempuan usia 10-14 tahun berisiko meninggal saat hamil dan melahirkan lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan berusia 20-25 tahun. Selain itu berisiko mengalami masalah kesehatan reproduksi seperti kangker leher Rahim dan trauma fisik pada organ intim. Mereka juga memiliki kemungkinan 11 kali lebih tinggi untuk tidak bersekolah (putus sekolah) dibandingkan dengan anak perempuan yang masih bersekolah.

Pada aspek ketahanan keluarga, berpotensi mengalami kegagalan dalam membangun keluarga. Data BPS (2010) menunjukan bahwa kasus perceraian tertinggi menimpa kelompok usia 20-24 Tahun dengan usia pernikahan belum genap 5 tahun. Tingginya angka perceraian pada kelompok tersebut sebagai akibat pernikahan yang dilakukan pada usia muda. Sehingga belum siap dalam menjalani kehidupan berkeluarga. Perempuan yang hamil dan melahirkan diusia ini juga memiliki kecendrungan yang tinggi untuk melahirkan anak yang stunting.

Melalui workshop PKBR bagi kader poktan ketahanan remaja dapat memberikan wawasan bagi bagi orang tua yang memiliki remaja untuk mendidik putra-putrinya agar mampu merencanakan kehidupan berkelurga, dan mampu menghadapi lima transisi kehidupan dengan baik. Sehingga akan terciptanya generasi-generasi muda yang berkualitas dan terencana.

Pejabat Analis Kebijakan Ahli Muda Koordinator Sub Bidang Bina Keluarga Remaja (BKR) Mardhotillah Layli R, S.Sos dalam laporannya menyebutkan, workshop PKBR bagi kader untuk meningkatkan kemampuan kelompok BKR dalam mengembangkan kegiatan yang inovatif dan kreatif.

Workshop tersebut dilaksanakan dalam enam angkatan sejak Oktober hingga November mendatang dapat dirampungkan. Dan dalam satu angkatan melibatkan sebanyak 24 orang kader BKR, ujar Mardhotillah. (rs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *