Agus Supardi : Monev Kampung KB Upaya Akselerasi Pembangunan Kependudukan

Bengkulu, IPKB – Pejabat Analis Kebijakan Ahli Madya, Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Drs. Agus Supardi mengatakan, monitoring dan evaluasi kampung KB merupakan upaya akselerasi atau percepatan pembangunan kependudukan di wilayah tersebut yang sesuai dengan tujuan di bentuknya kampung KB.

Secara umum tujuan dibentuknya kampung KB oleh pemerintah itu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Monev Kampung KB sebagai bentuk pembinaan yang dilakukan untuk menjadikan kegiatan yang ada di kampung KB lebih mengarah untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Kampung KB sebagai wahana pemberdayaan masyarakat bukanlah sesuatu yang mustahil, dan untuk mewujudkan harapan tersebut tidak cukup hanya dengan membuat kesepakatan atau komitmen namun perlu kebersamaan serta kerja keras yang diaplikasikan dalam wujud nyata, lebih-lebih membangun masyarakat pinggiran, ujarnya.

” Monitoring dan Evaluasi bertujuan untuk melihat sejauh mana perkembangan Kampung KB setelah dibentuk pada 2016 lalu. Monitoring dan evaluasi meliputi aspek administrasi Kampung KB, administrasi kelompok-kelompok kegiatan (BKB, BKR, BKL, PIK-R, UPPKS,), serta Rumah Data Kependudukan (Rumah DataKu), ” kata Agus kepada wartawan via seluler di Bengkulu, Rabu, 21/10.

Tampak hadir dalam Monev kampung KB percontohan di Desa Pondok Lunang, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko itu unsur pemerintahan tingkat kecamatan, desa dan poktan-poktan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Kunjungan monitoring itu dilakukan agar dapat menjadikan daya ungkit dukungan pemerintah daerah dan lintas sektor serta masyarakat dalam memfasilitasi, mendampingi dan membina masyarakat untuk menyelenggarakan program Bangga Kencana dan pembangunan sektor terkait, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pembangunan berwawasan kependudukan.

Dalam kunjungan itu, Camat Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu Syafriadi, SH menyambut bahwa pihaknya menyambut dan mendukung program kampung KB sebagai upaya pemerintah dan pemerintah daerah untuk mempercepat tumbuhnya kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah itu. Wujud nyata pemerintah daerah itu dengan mengalokasikan dana desa sebagai dukungan program pembangunan SDM.

” Melalaui Dana Desa (DD) dapat digunakan dalam penanganan masalah kependudukan yang krusial, seperti pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), pencegahan stunting, gizi buruk serta dapat meningkatkan ekonomi keluarga, ” kata Syafriadi. (rs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *