Wagub Bengkulu Hadiri Rakorda Bangga Kencana

Wagub Bengkulu Dr. Rosjonsyah ( no tiga kiri ) tabuh dol Rakorda Bangga Kencana, Kamis, 25/3

Bengkulu, IPKB – Wakil Gubernur Bengkulu Dr. H. Rosjonsyah hadir dan buka secara resmi rapat koordinasi ( Rakorda ) dan Rapat Koordinasi Teknis ( Rakornis ) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana ( Bangga Kencana ) tahun 2021.

Rapat program Bangga Kencana itu digelar secara hibryd ( online dan ofline ) yang diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur lembaga mitra kerja lembaga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) di kabupaten/kota.

Tampak hadir dalam rapat tersebut Rektor Universitas Negeri Bengkulu ( UNIB ) Komando Resort Militer ( Korem ) 041 Garuda Mas yang diwakili Kepala Staf Resort Militer ( Kasrem ), KementerianAgama Wilayah Provinsi Bengkulu, Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan ( BPKP ) Provinsi Bengkulu, Lembaga Pembinaan Anak.

Dalam sambutannya Wagub mengatakan, beberpa permasalah kependudukan di Bengkulu masih perlu diperhatikan secara serius agar dapat bangkit dan dapat terbangunnya kualitas sumber daya manusia di Provinsi Bengkulu.

” Secara nasional dan lokal khususnya di Bengkulu masih ada tantangan berta dalam pembangunan SDM, diantaranya masalah kesehatan dimana dari empat faktor masalah kesehatan menunjukkan kelualitas kesehatan terhadap sebuah wilayah yaitu kematian ibu hamil dan melahirkan, dan masa nifas. Kematian bayi, gizi buruk dan kasus stuntingpun masih tergolong tinggi.

Tentunya kondisi tersebut menjadi tantangan pembangunan di Provinsi Bengkulu khsusnya tantang program Bangga Kencana di masa datang, ujar Rosjonsyah di hadapan unsur Forum Koordinasi Perangkat Daerah ( FKPD ) Provinsi Bengkulu, Kamis, 25/3.

Ia menyebutkan, terhadap persoalan stunting dimana BKKBN diberi mandat sebagai leading sektor penanganan prevalensi stunting dari pemerintah pusat ( Presiden RI ). Namun dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting menuntut semua sektor untuk saling bekerja sama secara terpadu dan berkesinambungan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.

Persoalan stunting merupakan satu diantara persoalan bangsa menyangkut kesehatan, pendidikan dan ekonomi hingga pada bidang sosial budaya. Yang dikhawatirkan dapat memengaruhi cita-cita bangsa untuk meraih Indonesia Emas 2045, dan peluang bonus demografi, katanya.

Masih Rosjonsyah, selain persoalan stunting, tantang pembangunan SDM yang tidak kala beratnya yakni dengan proporsi penduduk didominasi gerasi muda. Yang perlu ekstra dalam mengimplementasikan program kepada masyarakat agar dapat menyentuh kepentingan kehidupannya.

Penduduk Provinsi Bengkulu sebanyak 2.010.670 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,55 persen. Penduduk sebanyak itu terdapat generasi zillenial yang umur 8-23 tahun mencapai 28,94 persen. Dan generasi millenial dengan usia 24-39 tahun mencapai 26,66 persen. Dua generasi tersebut merupakan aset pembangunan dan dipersiapkan untuk mengisi dan pelaku pembangunan berkelanjutan di masa datang agar dapat menyonsong bonus demografi untuk menuju Bengkulu yang lebih maju.

Ia mengharap, Rakorda dapat merumuskan konsep – konsep dan strategi serta kebijakan pembangunan berwawasan kependudukandalam rangka percepatan pembangunan Bengkulu yang lebih baik, pungkas Rosjonsyah. ( rs )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *