Komisi IX DPR RI Edukasi Bangga Kencana di Desa Terpencil

Bengkulu, IPKB – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas sumber saya manusia ( SDM ) guna menyiapkan penduduk yang bermutu sehingga mampu berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Dalam hal itu Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR RI ) melalui Komisi IX bersama Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) Provinsi Bengkulu turun di wilayah desa terpencil untuk mengedukasi masyarakat perdesaan tentang program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana ( Bangga Kencana) di Bumi Raflesia.

Kali ini DPR RI dan BKKBN dalam kegiatan yang bertemakan” Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana, bersama pemerintah Kabaupaten Bengkulu Selatan edukasi Bangga Kencana pada Minggu, 12/9 berlangsung di salah satu desa terpencil di daerah itu. Tepatnya Desa Desa Nanti Agung, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Untuk menuju Desa Nanti Agung, Kecamatan Kedurang, Bengkulu Selatan, memerlukan waktu sekitar 45 menit dari Kota Manna sebagai Ibukota Kabupaten Bengkulu Selatan dengan jarak tempuh 40 KM. Desa yang ditempuh dengan waktu sekitar 4,30 menit dari Ibukota Provinsi Bengkulu itu berpenduduk 522 jiwa. Terdapat laki-laki 248 jiwa, dan 274 jiwa perempuan.

Hadir pada edukasi program di Kabupaten Bengkulu Selatan itu, Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati, S. IP., MM, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Ir. Rusman Efendi., MM, yang didamping Koordinator Bidang Advokasi dan Penggerakan Informasi Drs. Zainin, Bupati Bengkulu Selatan Gusnan Mulyadi, SE. , MM.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Ir. Rusman Efendi., MM kepada wartawan di Desa Nanti Agung mengatakan, dijadikannya desa terpencil sebagai sasaran sosialisasi program guna meningkatkan kualitas dan mutu pembangunan kependudukan di desa.

Sebab, desa merupakan wilayah yang selalu tertinggal dalam banyak bidang, maka dengan masuknya promosi di perdesaan akan membantu percepatan pembangunan kependudukan tingkat desa, ujar Rusman.

Ia mengatakan, pelaksanaan program pembangunan Kependudukan bertujuan meningkatkan kualitas penduduk melalui ketahanan keluarga yang telah dituangkan dalam UU Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

” Keluarga berketahanan akan menciptakan kesejahteraan keluarga, bangsa dan negara “.

Ditambahkan Rusman, peningkatan kualitas penduduk, dapat dilakukan melalui bidang kesehatan, dan pendidikan. Dalam bidang kesehatan, BKKBN mensosialisasikan program KB untuk mengatur jarak kehamilan, ujarnya.

Pengaturan jarak hamil, tentunya perlu menggunakan alat kontrasepsi modern. Hal itu guna menjamin terhindarnya dari kegagalan ber-KB yang berdampak pada kehamilan tidak diinginkan.

Di Bengkulu, angka kesertaan ber-KB telah mencapai 70 persen, namun perlu ditingkatkan penggunaan kontrasepsi modern yang masih 64 persen, sebab diketahui angka sebesar itu masih terdapat penggunaan kontrasepsi tradisional.

Selain itu, ujar Rusman, perlunya edukasi program kepada masyarakat perdesaan juga untuk meningkatkan kualitas KB dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang ( MKJP) yang hanya sebesar 17 persen, seperti Intera Uterine Device ( IUD), implant, serta KB Steril.

Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia ( SDKI) 2017 wanita kawin yang menggunakan kontrasepsi suntik sebesar 38 persen, yang merupakan kontrasepsi paling banyak digunakan oleh wanita kawin.

Melalui sosialisasi program di desa terpencil, diharapkan dapat meningkatkan kualitas penduduk di perdesaan sebagai tujuan dibentuknya program kampung keluarga berkualitas ( Kampung KB).

Penjabat Kepala Desa Nanti Agung Suprapti, S. Pd menyebutkan bahwa ditetapkannya desa tersebut sebagai lokasi edukasi Bangga Kencana, salah satu alasannya karena sebagai desa yang menyandang predikat Kampung KB.

Kegiatan tersebut merupakan langkah konkrit pemerintah untuk mendorong percepatan pembangunan kependudukan yang berkualitas, kata Kades Nanti Agung.

Sehingga dengan promosi program di desa tersebut dapat mendukung pembangunan kependudukan di desa terpencil itu. rs )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *