Promosi Bangga Kencana Angkat Isu Stunting

Bengkulu, IPKB– Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) Provinsi Bengkulu Provinsi Bengkulu, Ir. Rusman Efendi., MM secara serius bincangkan isu stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Diangkatnya isu tersebut saat sosialisasi penguatan pendataan keluarga, dan kelompok sasaran bangga Kencana bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI di Desa Nanti Agung, Kecamatan Kedurang, Minggu, 12/9.

Pasalnya, daerah tersebut salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai lokasi fokus penanganan penurunan prevalensi stunting oleh pemerintah sejak 2018 lalu.

Tahun ini Provinsi Bengkulu terdapat empat kabupaten sebagai lokasi fokus ( lokus) penanganan stunting yaitu Kabupaten Kaur, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Utara.

Kasus stunting atau tubuh kerdil di Kabupaten Bengkulu Selatan sebesar 33,73 persen, Kabupaten Kaur mencapai 34, 26 persen, Seluma sebesar 35, 91 persen, dan Bengkulu Utara sebesar 26,81 persen, ( Riskesda 2018 ).

Dikatakan Rusman, penanganan penurunan prevalensi stunting agar dapat tercapainya sasaran yang ditetapkan pemerintah pada 2024 mendatang pada titik terendah sebesar 14 persen.

Untuk itu, perlu dilakukan aksi secara lintas sekstor, yang dilakukan berdasarkan peran masing-masing lembaga, ujar Rusman.

Berdasarkan Peraturan  Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting BKKBN diamanatkan sebagai ketua pelaksana penanganan penurunan prevalensi stunting akan bekerjasama lintas lembaga, dan pemerintah daerah.

Aksi nyata dalam akselerasi penanganan stunting, bersma  pemerintah daerah akan membentuk tim pendamping keluarga, yang terdiri unsur tenaga kesehatan, petugas KB dan kader KB desa.

Melalui kolaborasi ljntas lembaga tersebut, maka diyakini  stuntingdi Bengkulu dapat berkurang. BKKBN melalui perannya dapat melakukan intervensi sensitif bersama lembaga mitra kerja lainnya untuk menekan  keluarga dari risiko stunting.

” Penanganan stunting oleh BKKBN akan menyasara semua lapisan masyarakat, remaja pra nikah, keluarha, dan ibu hamil, kita memastikan remaja sehat saat memasuki usia nikah, ” ujar Rusman.

Ia menambahkan, dalam penanganan stunting
pemerintah daerah akan membentuk tim, pendamping keluarga di desa dalam penanganan stunting, diharapkan dpt memutus rantas stunting, dengan tehnis mendampingi remaja untuk meneruskan pernikahan, demikian Rusman. ( rs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *