Pemerintah Gaungkan Bangga Kencana Hingga Wilayah Perbatasan

 

Elva Hartati, S.IP., MM anggota Komisi IX DPR RI, saat di Kab, Kaur, Bengkulu, Senin, 13/9. (Photo AKIE )

Bengkulu, IPKB – Dalam Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia ( DPR- RI ). Pada pekan pertama Sept 2021, Senin, 13/9, DPR RI bersama Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) Provinsi Bengkulu gandeng pemeritahan daerah Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu untuk mensosialisasikan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana ( Bangga Kencana) dengan menyasar daerah perbatasan.

Daerah perbatasan yang sasar itu Kecamatan Nasal, tepatnya Desa Tanjung Betuah, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Kecamatan Nasal merupakan sebuah wilayah yang membatasi Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Lampung, dan Sumatera Selatan, berada di pesisir Samudera Hindia. Nasal yang memiliki 17 desa diantaranya terdapat Desa Tanjung Betuah yang menjadi sasaran kampanye program Bangga Kencana yang berkolaborasi DPR RI, BKKBN bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur.

Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati turun di Desa Tanjung Betuah sebuah desa di daerah daerah perbatasan yang berjarak tempuh mencapai 250 KM dari Ibu Kota Provinsi Bengkulu.

Dalam sosialisasi itu, Elva mengatakan, ditetapkannya dearah perbatasan sebagai sasaran edukasi hal itu sebagai upaya untuk mendekatkan masyarakat kepada program pemerintah khususnya KB.

Yang bertujuan menyiapkan penduduk berkualitas dan keluarga yang berketahanan, ujar Elva Hartati.

Didepan ratusan peserta sosialisasi itu Anggota Komisi IX DPR RI tersebut mengajak masyarakat untuk menjadikan program Bangga Kencana sebagai kebutuhan hidup, sebab dengan KB berarti mulai untuk hidup lebih sejahtera.

” Dengan KB kita memulai membuat rencana kedepan yang lebih baik, rencana sejak remaja, berkeluarga hingga pada kelompok lansia, ” kata Elva.

Selain itu melalui penguatan sosialisasi program Bangga Kencana yang menyentuh perdesaan dapat menumbuhkan kualitas penduduk perdesaan.

Tujuan pemerintah dalam mengembangkan program KB di tanah air untuk mewujudkan keluarga berkualitas, KB tidak hanya program pengaturan jarak kelahiran, akan tetapi lebih pada peningkatan kesehatan baik, ibu maupun bayi sehingga dapat menciptakan masyarakat berkualitas.

Semantara itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Ir. Rusman Efendi., MM dalam sambutannya menyampaikan beberapa program peningkatan kualitas penduduk, seperti pencegahan risiko stunting.

Untuk mempermudah sasaran program maka perlu adanya data kependudukan yang akurat. Data tersebut tentunya akan didapati melalui pendataan keluarga yang dilakukan BKKBN, kata Rusman.

Data kependudukan tersebut, tambah Rusman untuk mempermudah sasaran program sehingga lebih tepat guna dan tepat sasaran.

Termasuk data tentang keluarga berisiko stunting. Stunting dj Bengkulu masih cukup tinggi mencapai 27,97 persen yang terdapat di Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, dan Kabupaten Bengkulu Utara.

Stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya, Di Indonesia, kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan dengan jumlah yang cukup banyak Hal ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis.

Kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1000 Hari Pertama Kelahiran). Penyebab stunting karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.

Kepala Pemerintahan Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Bengkulu, Siradjudin Aksah, M. Tpd menyambut program yang masuk di wilayah pemerintahannya. Hal itu membantu masyarakat untuk tumbuh lebih sejahtera dan berkualitas lagi dimasa datang.

Kecamatan Nasal, dengan populasi penduduk 17 ribu jiwa. Diantaranya kelamin laki-laki 9.655 jiwa, dan perempuan sebanyak 8.300 jiwa.

Kepada wartawan, Camat Nasal Siradj udin berharap melalui sosialisasi program nasional di wilayah perbatasan itu dapat meningkatkan kualitas penduduk dalam banyak bidang, khususnya kesehatan, pendidikan. Melalui dua bidang akan mengangkat derajat bidang ekonomi, ujarnya.

Terhadap hal tersebut, ia megajak masyarakat di daerah itu untuk meningkatkan usia kawin pertama baik laki-laki pada usia idealnya 25 tahun, dan 21 tahun bagi remaja putri. ( rs )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *