Turunkan Prevalensi Stunting BKKBN Bentuk Tim Pendamping Keluarga

Koodinator Bidang ADPIN BKKBN Bengkulu Drs. Zainin, (Photo AKIE).

Bengkulu, IPKB – Mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional selaku ketua pelaksana mengambil langkah dengan menginisiasi pembentukan ” Tim Pendamping Keluarga ” upaya menurunkan prevalensi stunting di daerah itu dengan mengindentifikasi keluarga berisiko stunting.

Hal itu disampaikan Koordinator Bidang Advokasi dan Penggerakan Informasi ( ADPIN ) BKKBN Provinsi Bengkulu Drs. Zainin kepada pewarta usai menyampaikan laporan panitia Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI di Desa Tanjung Betuah, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, Bengkulu, Senin,13/9.

Kegiatan serupa ( sosialisasi bersama mitra DPR RI ) sehari sebelumnya, Minggu, 12/9 berlangsung di Desa Nanti Agung, Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan yang melibatkan warga masing-masing desa sebanyak 200 orang sebabagi sasaran edukasi program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana ( Bangga Kencana ).

Penting dilakukannya edukasi terhadap masyarakat perdesaan guna meningkatkan pengetahuan penduduk desa terhadap pembangunan kependudukan menuju keluarga berketahanan, yang pada akhirnya tercipta sumber daya manusia ( SDM ) yang berkalitas, ungkap Zainin.

Zainin menyebutkan, salah satu upaya meningkatkan kualitas SDM yakni dengan menurunkan prevalensi stunting. Sebab, stunting dapat menghambat pembangunan manusia dalam satu generasi.

“Dalam jangka pendek, stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik. Sekilas, proporsi tubuh anak stunting mungkin terlihat normal. Namun, kenyataannya ia lebih pendek dari anak-anak seusianya “.

Menekan risiko stunting, ujar Zainin, akan dibentuk tim pendamping keluarga disetiap desa yang ada di Bengkulu. ” Sebanyak 1.513 desa yang ada di 10 kabupaten/kota Provinsi Bengkulu, pada September tahun ini akan terbentuk, dan akan mendapat pelatihan di BKKBN, ujarnya.

” Kita bersama pemerintah daerah kabupaten/kota akan segerah membentuk tim pendamping keluarga desa untuk menurukan prevalensi stunting sehingga dapat mencapai sasaran pada 2024 sebesar 14 persen, yang jauh turun dari angka 27,97 persen “. ( Bengkulu, Riskesdas 2018 ).

Ia menyebutkan, tim pendamping keluarga tediri tiga unsur yakni, kader KB desa yang lebih dikenal petugas pembantu KB Desa ( PPKBD ), PKK desa dan bidan desa. Tugas tim pendamping keluarga tingkat desa akan membantu masyarakat dan keluarga-keluarga yang berisiko stunting. Melalui penyuluhan dan pendekatan agar membudayakan hidup bersih dan sehat lingkungan.

Di Kabupaten Bengkulu Selatan, telah disampaikan pada sosiaisasi Bangga Kencana sebanyak 158 desa, dan 195 desa di Kabupaten Kaur akan dibentuk tim pendamping keluarga. Setelah dibentuk, tim pendamping keluarga desa itu akan diperkuat melalui surat keputusan ( SK ) bupati masing-masing daerah, demikian Zainin. (rs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *