Depan > Index Berita > PERTUMBUHAN PENDUDUK MENEMPATI ISU STRATEGIS PENYEBAB KEMISKINAN
PERTUMBUHAN PENDUDUK MENEMPATI ISU STRATEGIS PENYEBAB KEMISKINAN
Jumat, 15 November 2013

BENGKULU,IPKB-Tingginya laju pertumbuhan penduduk di Tanah Air menjadi isu strategis penyebab kemiskinan.
Berdasarkan SP 2010, laju pertumbuhan penduduk (LPP) secara Nasional sebesar 1,49 persen. Dan terjadi di Provinsi Bengkulu sebesar 1,67 persen.
Sehingga dengan pertumbuhan penduduk demikian menyebabkan angka kemiskinan di Indonesia mencapai 11,37 persen. Kemiskinan yang disebabkan oleh faktor utama tingginya laju pertumbuhan penduduk itu terdapat di Pulau Sumatera mencapai 21 persen, Pulau Jawa 57,8 persen, Nusa Tenggara sebesar 6,2, Sulawesi 7,2 persen, Kalimantan 3,4 dan yang tersebar di Maluku, Papua sebesar 4,2 persen.
Demikian dalam materi Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu Edi Waluyo pada sosialisasi indek pembangunan dan penyusunan kebijakan berwawasan kependudukan 2013 di Bengkulu, Jumat 22/11.
"Jumlah penduduk miskin tertinggi di Indonesia pada tahun 2013 yang mencapai 4.771.269 jiwa terdapat di Jawa Timur, sedangkan kemiskinan di Provinsi Bengkulu sebanyak 327.350 jiwa atau sebesar 18,34 persen".
Laju pertumbuhan penduduk di Bengkulu meningkat secara signifikan, naik sebesar 1.196.202 jiwa dalam kurun waktu 39 tahun (1971 – 2010) dan diperkirakan akan naik menjadi 2.291.600 jiwa pada tahun 2025 atau meningkat 74 persen dari tahun 2010.
Ia mengatakan, dari 15 isu penyebab kemiskinan terdapat lima isu yang mendasar yakni tingginya laju pertumbuhan penduduk, tingginya jumlah pengangguran, terjadinya alih fungsi lahan ke non pertanian, belum meratanya pelayanan kesehatan dasar serta belum berimbangnya kondisi layanan pendidikan dasar antar kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu.
Meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dirasakan setelah perjalanan program KB pada era reformasi yang mengalami hambatan. Terlihat angka kemiskinan di daerah itu dominan dialami masyarakat diwilayah perdesaan mengalami peningkatan. Pada 2012 angka kemiskinan di Bengkulu sebanyak 311.670 jiwa terdapat sebanyak 218.000 diperdesaan, sementara pada 2013 kemiskinan diwilayah perdesaan meningkat mencapai 235.440 jiwa dan wilayah perkotaan sebesar 91.910 jiwa.
Pertumbuhan penduduk demikian itu akan berdapak terhadap kualitas SDM, peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM). Sejalan dengan peningkatan indikator pembentukan IPM, yaitu sektor kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Peningkatan yang tidak begitu signifikan dikarenakan, investasi bidang pendidikan dan kesehatan akan terasa dalam jangka waktu panjang.
Edi mengatakan, pelaksanaan program kependudukan mesti dijadikan prioritas untuk mencapai konsep pembangunan Nasional. Sebab, tingginya pertumbuhan penduduk itu juga dapat berdampat terhadap lingkungan yang kian berkurang daya dukung dan tampungnya. Sehingga dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat.    Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali mengakibatkan sulitnya meningkatkan kesejahteraan penduduk peningkatan nilai tambah PDRB tidak sebanding dengan pertumbuhan penduduk, angka kemiskinan relatif tidak mengalami penurunan.
Ia menyimpulkan, dampak kependudukan yang tidak terkendali maka dapat menurunnya daya tampung dan daya dukung lingkungan, meningkatnya kebutuhan hidup secara cepat. Dampak lainnya itu akan kesulitan untuk meningkatkan kualitas SDM, sulit memenuhi kebutuhan air bersih normal serat mengalami kesulitan dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi kemiskinan.(rs)