Depan > Index Berita > ​Wagub : Program GenRe Masuk Sekolah
​Wagub : Program GenRe Masuk Sekolah
Senin, 13 Maret 2017
Bengkulu, IPKB - Wakil Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah dalam sambutannya pada pelantikan Forum Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Bengkulu awal Maret baru ini mengatakan, upaya menekan beberapa permasalahan yang mengancam remaja perlu diperkuat program Komunikasi, informasi dan edukasi terhadap kelompok remaja dan masyarakat.

Untuk lebih menyasar sasaran, maka program Generasi Berencana (GenRe) perlu masuk sekolah (GenRe Go To School), kata Rohidin.

Dalam lingkungan sekolah lebih efektif untuk mensosialisasikan beberapa program kepada remaja. Program pendewasaan usia kawin pertama (PUP) yang merupakan langkah dalam menekan angka nikah dini.

Sekolah selain GenRe, telah dikembangkan pusat informasi konseling (PIK). Program tersebut amat berguna membentuk generasi emas, katanya.

Persoalan remaja di Bengkulu yang menjadi isu kependudukan, nikah dini, kekerasan terhadap anak, seks luar nikah dan penyalah gunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza).

Ia mengatakan, pernikahan dini di Provinsi Bengkulu saat ini menduduki peringkat enam besar secara nasional, dalam persoalan pernikahan dini, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan bagian dari permasalahan yang dikhawatirkan dapat mengancam masa depan remaja. Mengatasi dan menekan kasus tersebut perlu peran banyak pihak untuk bertintegrasi perang melawan hal demikian itu, katanya pada pembukaan rapat koordinasi progam Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) 2017 di Bengkulu.

Sementara itu Kepala Badan Kependudukan dan keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Surya Chandra Surapaty di tempat terpisah menyebutkan,  "Generasi muda harus menjadi generasi yang memiliki kompetensi dan  karakter melalui Revolusi Mental.

Menjadi Generasi Berencana (GenRe) merencanakan segala sesuatu dengan  menjauhi, pernikahan dini, seks bebas dan Narkoba, dan ketika  merencanakan menikah harus menghindari empat terlalu yaitu terlalu  muda, terlalu tua, terlalu rapat, dan terlalu banyakmenikahlah setelah usia 21 tahun bagi perempuan dan 25 bagi laki-laki" tegas Surya.

Masih dikatakan Surya, pentingnya GenRe bagi remaja, agar kaum muda mampu menghindari seks pranikah,mencegah pernikahan dini serta mampu menjauhi pengaruh penyalahgunaan napza.

Genre juga memberikan pemahaman bagi remaja dalam menerapkan delapan fungsi keluarga. Dapat membekali remaja dengan keterampilan hidup life skill. Membantu penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja agar mampu menempuh jenjang pendidikan dengan terencana, berkarier dalam pekerjaan secara terencana, serta membantu penyiapan kehidupan bagi remaja menikah dengan penuh rencana, jelasnya.(rs)