Depan > Index Berita > GenRe Upaya Bentuk Moral dan Remaja Berprestasi
GenRe Upaya Bentuk Moral dan Remaja Berprestasi
Rabu, 15 Maret 2017
Bengkulu, IPKB - Dikembangkannya Program Generasi Berencana (GenRe) salah satu upaya membentuk moralitas remaja menuju generasi muda yang berprestasi. Remaja menjadi salah satu unsur terpenting dalam keluarga, yang akan menjadi penerus pembangunan berkelanjutan dalam sebuah bangsa.

Oleh sebab itu, perlu pembentukan moralitas dan prestasi pada remaja guna mencapai generasi yang mempunyai rencana dimasa akan datang, kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana(DP3APPKB) Kota Bengkulu Siharman kepada wartawan di kantornya baru-baru ini.

Hal itu disampaikan Siharman menyoal lomba cerdas cermat "GenRe Cerdas" yang digelar Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) di Kota Bengkulu, pekan pertama Maret 2017 baru ini.

"Salah satu bentuk penyuluhan yang dilakukan oleh tim IPeKB bagi para remaja  dengan menggelar lomba cerdas cermat." Itu berguna untuk menumbuhkan kesadaran bagi remaja, bahwa kaum muda merupakan salah satu sasaran program pembangunan keluarga.

Ia mengatakan, lombah cerdas cermat dalam GenRe Cerdas itu digelar selama lima hari, sejak 6-10 Maret 2017.

Kegiatan yang melibatkan kelompok remaja itu diikuti sebanyak 200 orang siswa dari 12 sekolah tingkat SMP dan SMA di Kota Bengkulu, katanya.

Siharman menambahkan, melalui pengembangan program GenRe masuk lingkungan sekolah (GenRe Go To School) diharapkan dapat menekan beberapa permasalahan bagi kelompok usia muda  di Bengkulu.

Permasalahan remaja, yakni pernikahan dini, seks bebas sebelum nikah, penyalagunaan NAPZA serta persoalan kelahiran usia remaja.

Di Kota Bengkulu, kata Siharman, pernikahan dini dimana didapatinya angka usia kawin pertama pada kelompok umur 16-18 tahun sebesar 14,47 persen (2015). Dan angka kelahiran pada kelompok remaja usia 15-19 tahun mencapai 11,8/1.000 kelahiran pada wanita usia subur.

Menurut dia angka tersebut tergolong rendah dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Bengkulu.Namun masih diperlukan langka strategis dalam mengatasi beberapa persoalan kelompok remaja. Jika hal demikian itu tidak diperhatikan secara dini dan serius maka kehadiran kaum muda akan menjadi beban bangsa, ujarnya.(rs)