Pemkab BU Bersama BKKBN Bahas Vaksinasi Keluarga dan Stunting

Photo bersama : Wabup Bengkulu Utara Arie Septia A photo bersama usai menerima kunjungan Kepala Pwk BKKBN Bengkulu,Selasa, 31/8.

Bengkulu, IPKB – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, akhir Agustus 2021, Selasa, 31/8 bersama Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN  ) Provinsi Bengkulu gelar pertemuan singkat di aula pertemuan Pemkab BU membahas vaksinasi keluarga dan percepatan penurunan prevalensi stunting di daerah itu.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Ir. Rusman Efendi., M. M pada pertemuan tersebut didampingi Koordinator Bidang Advokasi dan Penggerakan Informasi ( ADPIN ) Drs. Zainin, Sub Koordinator Bidang Jalpemswa BKKBN Heri Gunawan, S. Farm., APT, Kasubbag Umum dan Protokol, Penardi, S. Sos, Sub Koordinator Bidang AKIE Rofadhila Azda, S. Ikom., M. A.

Wabup BU Arie Septia Adinata ( 2 kanan ) bincang bersama Kepala BKKBN Bengkulu.

Kunjungan kerja pembahasan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana ( Bangga Kencana) itu diterima langsung Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata SE, MAP didampingi Kepala Dinas Pengendaljan Penduduk dan Keluarga Berencana ( DPPKB ) drg. Adi Fitridin.

Selain itu, tampak hadir Kepala Dinas Kesehatan Syamsul Ma’arif., M. kes, dan Asisten II Setdakab Bengkulu Utara.

Dalam pertemuan itu lebih fokus membahas pelaksanaan vaksinasi keluarga dan penurunan prevalensi  stunting di Kabupaten Bengkulu Utara. Yang bertujuan peningkatan cakupan vaksinasi di masyarakat serta percepatan penurunan prevalensi stunting.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Ir. Rusman Efendi, mengajak pemerintah daerah untuk mensinergikan kebijakan baik dalam penanganan stunting, maupun vaksinasi keluarga.

Ia mengatakan, vaksinasi keluarga yg dibebankan kepada BKKBN bertujuan untuk membantu sebaran titik layanan dan mendekatkan sasaran kepada tenaga vaksinator.

Dalam vaksinasi keluarga yang diperankan BKKBN difokuskan di Kabupaten Bengkulu Utara yang didasari cakupan vaksinasi di daerah itu masih tergolong rendah yang sebesar 20 persen.
Dengan kolaborasi tersebut dapat meningkatkan cakupan vaksin di masyarakat.

Pada pelayanan vaksin keluarga di Bengkulu Utara, kata Rusman ditargetkan sebanyak 75 ribu orang, dengan memberdayakan klinik praktik mandiri bidan ( PMB ) . Dengan beban masing-masing sebanyak 1000 orang. Yang akan dilaksanakan selama 20 hari, ujar Rusman.

Menurut dia, perlunya vaksinasi keluarga untuk mendekatkan pelayanan vaksin ditengah masyarakat. Mendekatkan dan memperbanyak titik-titik pelaksanaan vaksinasi sehingga mengurangi
kerumunan, dan bertujuan mempercepat cakupan vaksinasi daerah.

Selain itu, dalam penanganan stunting, BKKBN sebagai ketua penyelenggara yang telah dikuatkan atas Peraturan Presiden ( Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata SE MAP menyambut positif kolaborasi lintas instansi di daerah itu. Baik pelaksanaan vaksinasi keluarga, maupun penanganan stunting.

Namun, ia imbau agar tetap dalam rambu masing-masing lembaga, karena ada yang bersifat tekhnis, khususnya vaksinasi covid bagi keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Utara Syamsul Ma’arif, M. Kes mengajak BKKBN untuk membantu pemerintah dalam penggerakan massa, baik edukasi vaksin maupun stunting.

Keberadaan PMB ujar Syamsul, tidak serta merta dapat melayani vaksinasi covid, karena vaksin covid berbeda dengan  serum lainnya. Vaksinator covid dalam melaksanakan vaksinasi telah melalui pelatihan dan dilakukan dengan tim, tidak dapat dilakukan sendiri.
” Vaksinator covid itu dominan tenaga dokter, sementara di PMB tenaga bidan , demikian Syamsul. ( rs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *