BKKBN Perkuat Kemitraan Turunkan Stunting

Bengkulu, IPKB – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) mendapat amanat untuk menurunkan stunting di tanah air. Amanat itu tertuang dalam Peraturan Presiden ( Perpres ) Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting. Hal itu dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, dilakukan percepatan penurunan stunting.Menyikapi hal itu perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu bersama organisasi kemasyarakatan yaitu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ( PKK ) setempat menggelar dialog membahas stunting dan penanganannya untuk memperkuat komitken bersama mitra kerja program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana ( Bangga Kencana ).

Sejumlah pengurus PKK Provinsi Bengkulu yang diketuai Ketua Tim Penggerak PKK setempat Derta Wahyulin Rohidin sambut kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Ir. Rusman Efendi., M.M. Pada dialog yang berlangsung pada Selasa, 7/9 tersebut berlangsung di ruang pola Bappeda. Dalam dialog stunting itu Rusman Efendi yang didampingi Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga ( KS-PK ) Weldi Suisno, M.E bersama Sub Koordinator Bidang Bina Keluarga Balita dan Ketahanan Lansia ( BKB-HANLAN ) Mardhotillah Laili, S.Sos.

Ketua TP PKK Prov. Bengkulu Derta Wahyulin Rohidin bincang bersama KepalaPwk BKKBN Rusman Efendi., MM,Selasa, 7/9.

Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu Ir. Rusman Efendi., MM kepada pewarta menyebutkan bahwa, dalam penanganan stunting yang dituangkan dalam Perpers Nomor 72 Tahun 2021 itu mengamanatkan BKKBN sebagai ketua pelaksana penanganan stunting nasional, yang dituangkan dalam pasal 18 huruf ( B ). Dalam Perpres tersebut, terdapat tugas koordinasi penyelenggaraan tingkat provinsi.

Dalam rangka menyelenggarakan Percepatan Penurunan Stunting di tingkat provinsi, gubernur
menetapkan tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat provinsi Pasal 20 ayat ( 1 ). Dan ayat ( 2 ) Tim Percepatan Penurunan Sfitnting tingkat provinsi bertugas mengoordinasikan, menyinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan Percepatan Penurunan Stunting secara efektif, konvergen, dan
terintegrasi dengan melibatkan lintas sektor di tingkat provinsi.

Dikatakan Rusman, dalam penanganan stunting di Bengkulu fokus di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Utara. Berdasarkan hasil Rapat Koordinasi Nasional ( Rakornas ) bersama dalam penurunan stunting pada 2022 sebanyak 154 kabupaten/kota sebagai lokasi fokus sasaran penanganan stunting.

Untuk memperkuat pemerintah kabupaten/kota dalam melaksanakan intervensi secara terkoordinasi, terpadu, dan bersama-sama, maka perencanaan intervensistunting dilaksanakan melalui 8 aksi integrasi yang melibatkan lintas sektor, demikian juga pada waktu pelaksanaan dan pemantauan kegiatan. Melalui koordinasi lintas sektor yang terintegrasi diharapkan dapat diperoleh efektivitas intervensi penurunan stunting mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

Diharapkan melalui kolaborasi lintas sektor dalam penangnan stunting dapat menurunkan prevalensi stunting hingga 2024 sebesar 14 persen. Yang mana kasus stunting atau tubuh kerdil akibat kurangnya asupan gizi itu masih sebesar 27,9 persen ( Riskesdas 2018 ).

Menurut Rusman, pentingnya penanganan agar meningkatnya kualitas sumber daya manusia ( SDM ) dimasa datang sehingga tumbuhnya generasi yang mampu bersaing ditengah kemajuan dan perkembangan teknologi. Sebab, ” Stunting dapat mengancam hilangnya satu generasi, sehingga dapat menurunkan daya saing bangsa “. ( rs )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *