Gubernur Rohidin : Workshop Pengelolaan Kampung KB Agar Hasilkan Konsep dan Langkah Kerja

 

Photo bersama usai pembukaan workshop pengelolaan kampung keluarga berkualitas di Bengkulu, Selasa, 23/8.

Bengkulu, IPKB – Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah minta secara serius pelaksanaan workshop pengelolaan kampung Keluarga Berkualitas (KB) agar menghasilkan konsep dan langkah kerja. Sehingga pekerjaan dapat terarah dan tuntas.

Pasalnya, workshop tidak sama dengan seminar, lokakarya. Jadi workshop dengan peserta dari berbagai pihak ini harus menelurkan pemahaman yang sama serta adanya kertas kerja, konsep dan peta kerja kedepan. ” Siapa mengerjakan apa, kita bekerja pada bagian yang mana, itu harus dipahami terlebih dahulu. Sehingga nantinya workshop ini menghasilkan kerja terarah, tuntas ,” kata Rohidin Mersyah saat menyampaikan sambutannya ketika membuka workshop kampung KB tingkat Provinsi Bengkulu, Selasa, 23/8.

“Workshop yang dilaksanakan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terkait penetapan pengelolaan kampung keluarga berkualitas, jadi nanti ditetapkan di seluruh desa dan kelurahan se Bengkulu, kita kan ada 1513 desa/kelurahan,” jelas Gubernur Rohidin.

Dalam pelaksanaan Kampung Keluarga Berkualitas ini juga melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Ada 3 (tiga) aspek yang menjadi fokus yakni Ketentraman Desa, Kemandirian dan aspek Kebahagiaan, yang selanjutnya didapat Indeks Pembangunan Keluarga.

Saat ini, kata Rohidin, indek kebahagian di Bengkulu berada pada posisi 9 provinsi yang di atas rata – rata nasional indeks pembangunan keluarganya dengan 3 parameter itu,” jelasnya.

Gubernur Bengkulu saat membuka workshop pengelolaan kampung KB, Selasa, 23/8.

Gubernur Rohidin memaparkan bahwa peserta yang hadir berasal dari berbagai perwakilan OPD. Di antaranya adalah Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas PPAKB yang nantinya akan dilatih dalam bentuk workshop dengan 4 variabel penting.

Pertama tentang data kependudukan. Kedua perubahan pola perilaku masyarakat, lalu ketersediaan sarana prasarana pelayanan dasar dan terakhir penataan kawasan lingkungan. “Sehingga keluarga menjadi lokus penanganan, karena pendekatannya adalah pendekatan keluarga,” demikian Rohidin.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Ir. Rusman Efendi., M.M dalam laporannya menyampaikan kampung KB di Bengkulu telah dibentuk sebanyak 258 desa/kelurahan. Dimana sebelumnya pada 2016 disebut Kampung Keluarga Berencana. Dan dalam perjalanannya dinilai belum maksimal. Yang disebabkan belum adanya kebijakan dan prosedur tertulis tentang keterlibatan lintas sektor dalam program kampung KB. Dan pada 2022 melalui Surat Edaran Kemendagri No.843.4/2879/SJ tanggal 15 April 2020 yang mengubah menjadi Kampung Keluarga Berkualitas.

Pada 2022, melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 3/2022 diharapkan pelaksanaan kegiatan kampung KB dapat lebih optimal. Dan menjadi gerakan bersamasetingkat desa kelurahan yang dilaksanakan secara terintegarsi dan konvergensi dalam penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dengan seluruh dimensi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dalam upaya mengotimalkan kampung keluarga berkualitas (kampung KB) BKKBN menggelar workshop pengelolaan kampung KB yang melibatkan lembaga mitra kerja di kabupaten/kota. Dengan tujuan memfasilitasi pengelola kampung KB dan stakeholder di Bengkulu.

Pertemuan lintas sektor ini, kata Rusman, lebih khusus bertujuan untuk mensosialisasikan arah kebijakan dan Inpres optimalisasi penyelenggaraan kampung KB. Untuk menguatkan komitmen dan peran stakeholder kunci dalam penyelenggaraan kampung KB serta bertujuan untuk menyusun rencana aksi optimalisasi penyelenggara kampung keluarga berkualitas tingkat kabupaten/kota.

Rusman Efendi mengungkapkan, dibangunnya Kampung Keluarga Berkualitas diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia keluarga, yang dilaksanakan secara terpadu. Melalui Kampung Keluarga Berkualitas seluruh desa dan kelurahan, dapat mengoptimalkan tersedianya data keluarga dan data kependudukan, juga peningkatan cakupan pelayanan kepada keluarga, juga menata lingkungan keluarga. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!