Intervensi Stunting Keluarga Akseptor, BKKBN Bantu Kelompok UPPKA

Bengkulu, IPKB – Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting sebagai instruksi penanganan stunting dilakukan secara multi pihak (pentahelix) dengan berbagai aksi nyata. Langkah konkret Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dalam penurunan stunting mengintervensi keluarga akseptor.

Intervensi dari sektor hulu itu, BKKBN bantuan pengembangan usaha bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) dengan menyalurkan alat teknologi tepat guna (ATTG). Disalurkannya ATTG itu untuk mendorong produktifitas akseptor KB dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui pelaku ekonomi keluarga.

“Tumbuhnya ekonomi keluarga, akan berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat, dan merupakan langkah konkret dalam intervensi stunting dari sektor hulu, kata Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) BKKBN RI Nopian Andusti, S.E., M.T kepada wartawan usai menyaksikan penyerahan ATTG bagi kelompok UPPKA di Kabupaten Bengkulu Selatan, Kamis, 28/7.

Penyerahan ATTG bagi kelompok UPPKA Kabupaten Bengkulu Selatan, Kamis, 28/7.

Nopian imbau kelompok usaha mikro dari keluarga akseptor itu untuk terus berinovasi dalam mengembangka usaha.” Kembangkan usaha, jangan bergantung dengan bantuan modal dari pihak lain namun harus berinovasi, berkreasi agar jalan usaha menjadi langgeng,” ujar Nopian.

Dalam pengembangan usaha kelompok UPPKA, Nopian minta jajarannya untuk menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Edi Sofyan, S.E., M.M menyebutkan, kelompok UPPKA di Bengkulu Selatan yang menerima ATTG sebanyak empat kelompok. Yakni UPPKA Kota Manna, Pasar Manna, UPPKA Ketaping dan UPPKA Sulau.

” Tahun ini BKKBN salurkan ATTG untuk 30 kelompok UPPKA yang terdapat disejumlah daerah kabupaten/kota, ” demikian Edi Sofyan.

Ia menyebutkan, fasilitas pemberdayaan ekonomi keluarga akseptor itu disalurkan terhadap empat kelompok UPPKA di Bengkulu Selatan. Alat bantu produksi tersebut berupa mesin rajang, penggilingan kopi, penggilingan mie, kompor gas dan kuali, yang menyesuaikan dengan mata kegiatan jenis usaha, kata Edi Sofyan.(rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *