Kader BKR di Bengkulu Ikuti Workshop Parenting Komunikasi Remaja

Foto bersama usai pembukaan workshop parenting 1001 cara bicara pada remaja, Selasa, 21/6.

Bengkulu, IPKB – Kader kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) di Provinsi Bengkulu pada awal pekan ke-tiga Juni-2022 mengikuti workshop parenting 1001 cara bicara pada remaja sebagai teknik komunikasi persuasif dan efektif terhadap remaja.

Parenting adalah pola asuh orang tua terhadap anak, dimana setiap orang tua wajib mengasuh dan mengasihi anaknya. Seorang anak memang perlu bimbingan dan arahan dari setiap orang tua mulai dalam kandungan hingga remaja. Parenting media untuk membangun orang tua bertindak terhadap anak-anaknya dimana mereka melakukan serangkaian usaha aktif, karena keluarga merupakan lingkungan kehidupan yang dikenal anak untuk pertama kalinya dan untuk seterusnya anak belajar di dalam kehidupan keluarga.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Ir. Rusman Efendi., M.M. saat membuka workshop parenting di Bengkulu, Selasa, 21/6.(AKIE)

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Ir. Rusman Efendi., M.M saat membuka “Workshop Parenting 1001 Cara Bicara Pada Remaja ” di Bengkulu Selasa, 21/6.

Dalam konteks pembangunan manusia, kata Rusman, pembinaan remaja memiliki peran yang strategis. Karena, remaja merupakan individu-individu calon penduduk usai produktif yang apda saatnya nanti akan tumbuh menjadi subjek pembangunan. Sehingga, remaja harus disiapkan menjadi penduduk sebagai sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

Juga, remaja merupakan individu-individu calon pasangan yang akan membangun keluarga dan calon orang tua bagi anak-anak yang dilahirkan sehingga perlu dipersiapkan agar memiliki perencanaan berkeluarga.

Persiapan berkeluarga bagi remaja merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan keluarga dan keluarga berkualitas. Dan pada sasarannya akan melahirkan generasi yang berkualitas, ujar Rusman.

Kondisi remaja saat ini masih banyak tantangan, terutama masalah kesehatan reproduksi dan gizi buruk akan berdampak pada kualitasnya sebagai aktor pembangunan dan kesiapannya dalam membangun keluarga.

Menjawab persoalan yang akan dihadapi kelompok usia remaja, maka BKKBN selaku penyelenggara program pembangunan kependudukan melalui ketahanan keluarga telah menggerakkan program BKR dengan menggelar workshop parenting teknik bicara pada remaja.

Koordinator Bidang KS-PK Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Weldi Suisno, S.Pd., M.E

Rusman harap, workshop yang berlangsung selama empat hari sejak 21-24 Juni di Aula Balatbang BKKBN itu dapat meningkatkan kemampuan pengelola BKR dalam memfasilitasi keluarga dalam berkomunikasi efektif antara orang tua dan remaja.

Selain itu harap Rusman, dalam rangka mempersiapkan fasilitator dan pengelola BKR, workshop tersebut dapat memberikan wawasan bagi orang tua yang memeiliki remaja untuk mendidik remaja yang mampu merencanakana kehidupan berkeluarga dan mampu menghadapi lima transisi kehidupan bagi remaja. Yaitu hidup bersih dan sehat, mampu menyelesaikan pendidikan/sekolah,mampu bekerja dan hidup berkeluarga, ujar Rusman.

Sementara itu Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) BKKBN Bengkulu Weldi Suisno, S.Pd., M.E mengatakan, tujuan dari workshop tersebut untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pengelola program, OPD KB, PKB serta lebih untuk kader BKR baik dari segi pengelolaan maupun pelaksanaan kegiatan, ujar Weldi.

“Kita libatkan peserta workshop parenting 1001 cara bicara pada remaja tersebut sebanyak 40 orang dari unsur kader BKR Pro-PN OPD KB, PKB di kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu,” kata Weldi. (rs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!