LPP Melambat BKKBN Fokus Pembangunan Keluarga

 

Kepala Pwk BKKBN Bengkulu Ir. Rusman Efendi, MM

Bengkulu, IPKB – Terus melambatnya laju pertumbuhan penduduk atas kebijakan pemerintah dalam mengembangkan program pengaturan jarak kehamilan dan kelahiran, hal itu menandakan progam keluarga berencana telah mencapai hasil yang mengembirakan dalam pembangunan kependudukan.

Melambatnya pertumbuhan penduduk terlihat dari hasil Sensus Penduduk ( SP ) 2020 sebesar 1,25 persen ( nasional ) yang bertambah sebanyak 32,56 juta jiwa dibandingkan pada 2020 lalu. Pertumbuhan di Provinsi Bengkulu hasil SP 2020 sebesar 1,55 persen, angka tersebut melemah dari SP 2010 yang sebesar 1,67 persen.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu Ir. Rusman Efendi, MM kepada wartawan di kantornya belum lama ini mengatakan bahwa, melambatnya pertumbuhan penduduk menjadikan BKKBN memfokuskan pada pelaksanaan program pembangunan keluarga.

Yang telah diatur dan diperkuat dalam UU Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dalam BAB VII Pembangunan Keluarga, ujarnya awal pekan ke-tiga Februari belum lama ini.

Pasal 47 Pemerintah dan pemerintah daerah menetapkan kebijakan pembangunan keluarga melalui
pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Dan pasal 48 ( 1 ), kebijakan pembangunan keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 dilaksanakan dengan cara diantaranya memberikan akses peningkatan kualitas anak, dengan pemberian akses informasi, pendidikan, penyuluhan, dan pelayanan tentang perawatan, pengasuhan dan perkembangan anak. Peningkatan kualitas remaja dengan pemberian akses informasi, pendidikan, konseling, dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga. Dan peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap produktif dan berguna bagi keluarga dan masyarakat dengan pemberian kesempatan untuk berperan dalam kehidupan keluarga.

Jumlah penduduk di Provinsi Bengkulu SP 2020 mencapai 2.010.670 jiwa. Angka tersebut mengalami pertumbuhan sebanyak 295.152 jiwa ( SP 2010 ) yang sebanyak 1.715.518 jiwa. Dari jumlah penduduk mencapai dua juta jiwa lebih itu terdapat kelamin laki-laki mencapai 1.029.137 jiwa dan perempuan mencapai 981.533 jiwa.

Dikatakan Rusman, terus melambatnya pertumbuhan penduduk menunjukkan KB telah menjadi sebuah kebutuhan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Dan dengan demikian telah patut kiranya BKKBN beralih pada ketahanan keluarga sebagai lokomotif baru program pembangunan keluarga berkualitas, ujarnya.

Pembangunan keluarga adalah upaya mewujudkan keluarga berkualitas yang ditunjukkan melalui ketentraman, kemandirian dan kebahagiaan keluarga. Dengan demikian, indikator pembangunan keluarga terdiri atas tiga dimensi yaitu kemandirian, ketenteraman dan kebahagiaan keluarga.

Pembangunan keluarga, ujar Rusman merupakan salah satu tugas pokok BKKBN upaya membangun keluarga berkualitas dan ketahanan keluarga, ujarnya.

Untuk diketahui dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga, dimana pada 2020 indek pembangunan manusia (IPM) di Provinsi Bengkulu dalam tiga tahun ini terus meningkat, pada 2018 sebesar 70,64 persen dan pad 2019 meningkat 71,21 persen dan pada 2020 dengan IPM sebesar 71,40 persen.
Sedangkan dari aspek pendidikan dengan rata-rata lama sekolah 8,61 tahun pada 2018 meningkat menjadi 8,84 tahun pada 2020, serta pada waktu yang sama angka harapan hidup 68,84 tahun meningkat 69,35 tahun pada 2020. ( rs )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *