Pemkab Bengkulu Tengah Alokasikan DD Tekan Stunting

Penjabat Bupati Bengkulu Tengah Heriyandi Roni menerima audiensi Deputi KS-PK BKKBN Nopian Andusti, Senin, 11/7.

Bengkulu, IPKB – Pemerintah Kabupaten Bengkulu tengah, Provinsi Bengkulu luncurkan strategi dalam upaya penurunan potensi risiko stunting di daerah itu. Dengan mengalokasikan Dana Desa (DD) sebagai wujud nyata mendukung pembangunan kependudukan pencegahan stunting.

” Dana Desa yang akan dikucurkan dapat digunakan dalam belanja bahan pemenuhan gizi bagi keluarga berisiko stunting, seperti penyediaan makanan tambahan bagi bayi dua tahun, ibu hamil dan menyusui.┬áSselain itu dapat digunakan dalam kegiatan penyuluhan kesehatan lingkungan bersih dan sehat serta mengedukasi masyarakat perdesaan tentang penyiapan gizi di lingkungan, seperti tanam sayur, budi daya ikan, kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bengkulu Tengah Tomi Marisi kepada wartawan usai mengikuti audiensi Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Nopian Andusti, S.E., M.T bersama pemerintah kabupaten yang disambut Penjabat Bupati Dr. Heriyandi Roni di Kantor Bupati, Senin, 11/7.

“Nilainya berbeda-beda tiap desa yang menyesuaikan dengan anggaran serta jumlah keluarga yang berisiko stunting”.

Ia mengatakan, pemerintah setempat telah mengalokasikan dana desa dalam intervensi stunting telah berjalan beberapa tahun lalu. Namun tahun ini lebih fokus untuk pemenuhan gizi bagi keluarga berisiko stunting.

Photo bersama Pejabat di lingkungan Pemerintah Benteng bersama Depuiti KS-PK BKKBN, Senin, 11/7.

“Kita telah mendata jumlah keluarga yang berisiko stunting mencapai 16 ribu keluarga yang tersebar di 143 desa/kelurahan di Bengkulu Tengah, terdapat 16 desa lokasi fokus penanganan stunting, dan dari jumlah desa di Bengkulu Tengah tersebut terdapat sebanyak 32 desa dengan status kumuh, ujarnya.

Masih Tomi, keseriusan pemerintah daerah setempat dalam pencegahan stunting. Dimana pada 2023 mendatang DD tersebut akan lebih fokus dalam hal pemberian makan jadi bagi keluarga berisiko.” Makanan jadi berupa makanan gizi lengkap,” sebutnya.

Untuk lebih tepat sasaran dalam pegentasan stunting, kata Tomi, pihaknya akan meningkatkan koordinasi bersama lembaga teknis lainnya seperti Dinas OPD KB, kesehatan agar mendapatkan data yang betul-betul valid dari instansi teknis. Sehingga serapan dana desa benar-benar tepat sasaran, kata Tomi.

Sementara itu Deputi KS-PK BKKBN Nopian Andusti, S.E., M.T dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Bengkulu pada awal pekan ke-dua Juli 2022 menggelar roadshow di tiga kabupaten. Kabupaten Bengkulu Tengah, Kepahiang dan Rejang Lebong dalam rangka kampanye Percepatan Penurunan Stunting kepada TP2S di daerah tersebut.

Ia mengimbau kepada pemerintah daerah kabupaten tersebut dapat bekerjasama dengan pihak swasta untuk mendapatkan dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di wilayah tersebut. Sehingga dapat mengurangi beban daerah dan sekaligus bentuk tanggung jawab swasta terhadap masyarakat lingkungan.

Dikatakan Nopian, keluarga berisiko stunting yang menjadi prioritas adalah keluarga yang memiliki remaja, ibu hamil, menyusui serta keluarga memiliki baduta yang tinggal di rumah tidak layak huni.(rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *