Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Penting Bagi Remaja

Kepala Pwk BKKBN Prov. Bengkulu Ir. Rusman Efendi, MM saat menyerahkan bantuan bahan pokok kepada keluarga di kampung KB.

Bengkulu, IPKB – Kesehatan Reproduksi dalam program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana ) adalah kegiatan peningkatan kualitas kesehatan reproduksi termasuk di dalamnya peningkatan kualitas hidup ibu, bayi, dan anak bahkan hingga pencegahan penyakit menular seksual dan HIV AIDS serta pencegahan kanker alat reproduksi dan penanggulangan infertilitas.

Berdasarkan amanat UU Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) laksanakan program ketahanan keluarga dalam upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas melalui edukasi pengatuan kesehatan reproduksi, disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Ir. Rusman Efendi, MM kepada media massa di ruang kerjanya akhir pekan ke-tiga Juli baru ini.

Kepala BKKBN Bengkulu Ir. Rusman Efendi, MM photo bersama remaja PIK-R

Kebijakan Pembangunan Keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan keluarga untuk mendukung keluarga agar dapat melaksanakan fungsi keluarga secara optimal (pasal 47) dan
dengan cara peningkatan kualitas remaja melalui pemberian akses informasi, pendidikan, konseling dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga (pasal 48).

Ia mengatakan, pengetahuan kesehatan reproduksi bagi remaja amat penting dalam mendukung peningkatan kualitas penduduk. Guna meningkatnya pengetahuan tentang kespro bagi kelompok remaja itu, BKKBN kembangkan pusat informasi konseling remaja (PIK-R) di sejumlah daerah kabupaten/kota.

Tujuan pengetahuan kespro itu, kata Rusman, untuk meningkatkan kualitas remaja dalam mewujudkan keluarga berkualitas guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai modal pembangunan, kata Rusman.

Masih Rusman, secara khusus dikembangkannya program tersebut untuk meningkatkan pemahaman remaja sebagai calon pasangan tentang perencanaan kehidupan berkeluarga agar mampu membangun keluarga berkualitas. Meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan rer-produksi agar terhindar dari menikah dini, seks pra nikah dan penyalahgunaan narkoba.

Tak hanya itu, yang tak kalah penting juga bertujuan agar meningkatkan peran keluarga dalam upaya agar remaja terhindar dari berbagai ancaman yang menjadi bahaya laten bagi kehidupan remaja antara lain pernikah dini, seks pra nikah.

Berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 menyebutkan bahwa sumber informasi tentang kespro pertamakali diterima remaja itu dari sekolah. ” Lebih dari separuh wanita dan pria menerima pelajaran tentang kespro manusia itu sekolah tingkat pertama (SLTP), yang mencapai 55 dan 59 persen “.

” Hingga tahun ini PIK-R di Bengkulu terdapat sebanyak 515 kelompok yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu ” .

Dikatakannya, dalam mempercepat keberhasilan dalam pembangunan kualitas SDM itu perlu meningkatkan kerjasama lintas sektor baik kebijakan maupun integrasikan anggaran program. Terhadap hal tersebut, pihaknya tengah mengembakan progam kampung KB yang menjadi program bersama lintas sektor, demikian Rusman. (rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *