Pria Ber-KB di Bengkulu Tembus Angka 8.518 Orang

Bengkulu, – Upaya menjarangkan jarak, jumlah kehamilan dan kelahiran dalam keluarga, tidak hanya kewajiban para wanita, menunda kehamilan juga bisa dilakukan oleh pria. Seperti halnya wanita, KB untuk pria pun terdapat pilihan. Kondom dan vasektomi atau yang dikenal juga dengan istilah medis operatif pria (MOP) bisa menjadi pilihan. Namun, dari jenis alat kontrasepsi tersebut, kondom lebih banyak dipilih oleh masyarakat.

Jumlah pria berkeluarga yang ber-KB di Provinsi Bengkulu tembus mencapai angka 8.518 peserta. Dengan menggunakan alat kontrasepsi modern seperti Medis Operatif Pria (MOP) sebanyak 318 akseptor dan kondom 8.200 yang tersebar di kabupaten dan kota di daerah ini.

Berdasarkan hasil pelaporan akhir tahun Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu 2022, Pria ber-KB tersebut tercatat sebanyak 8.518 akseptor terdapat di Kabupaten Bengkulu Utara sebanyak 1.277 peserta, Bengkulu Selatan 762 akseptor, Rejang Lebong sebanyak 1.326, Kota Bengkulu 1.560 peserta dan Kabupaten Mukomuko mencapai 706 peserta.

Sementara itu, terdapat di Kabupaten Kaur mencapai 579 akseptor, Kabupaten Seluma 708 peserta, Kepahiang 753 peserta, Kabupaten Lebong mencapai 420 akseptor dan terdapat di Kabupaten Bengkulu Tengah sebanyak 427 peserta rinci Agus.

“Dari peserta tersebut yang menggunakan kontrasepsi MOP 449 orang dan sebanyak 8.069 akseptor menggunakan jenis kondom,” kata Sub Koordinator Bidang Data dan Informasi (Datin) Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu Agus Veriansyah Dalimunthe, S.Kom di kantornya, Senin, 16/1.

Menurut dia, peserta pria sebanyak itu masih dominan menggunakan kondom yang bersifat kontrasepsi jangka pendek dan berisiko terhadap kehamilan tidak diinginkan. Dan yang paling aman untuk mencegah kehamilan sebaiknya pasangan usia subur (PUS) menggunakan MOP.

Tujuan dilaksanakan Vasektomi ini agar dapat membantu perlindungan terhadap terjadinya kehamilan sangat tinggi. MOP / Vasektomi ini hanya dilakukan untuk usia istri yang tidak kurang dari 20 Tahun, pasangan suami istri yang telah mempunyai anak minimal dua orang dan pasangan yang sudah memutuskan untuk tidak akan punya anak lagi karena alat kontrasepsi ini dapat digunakan seumur hidup.

Dengan adanya MOP atau Vasektomi ini dapat membantu program pemerintah dalam mengurangi tingkat kelahiran agar tidak terjadi kepadatan penduduk. Karena di Indonesia termasuk jumlah penduduk yang tinggi.

Upaya meningkatkan kualitas program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) melalui penggunaan alokon di tengah masyarakat secara kontinu dengan meningkatkan kemampuan tenaga penyuluh KB, kader KB dan mitra kerja dalam edukasi program KB.

Untuk diketahui, provinsi Bengkulu memiliki petugas keluarga berencana sebanyak 200 orang lebih yang tersebar di 1.513 desa di Provinsi Bengkulu dan dibantu kader KB tingkat desa, demikian Agus. (irs)

Penulis : Idris Chalik

Editor : Rofadhila Azda, S.Ikom., M.A

Tanggal Rilis : 16 Januari 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.