Wagub Bincang Stunting Bersama Kelompok Rentan

Wagub Bengkulu Photo bersama usai bincang stunting bersama remaja PIK-R.

Bengkulu, IPKB – Keseriusan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam menurunkan prevalensi stunting yang tergolong tinggi di Bumi Rafflesia ini. Wakil Gubernur Bengkulu Dr. (E) Rosjonsyah sambangi komunitas remaja yang tergabung kelompok Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) di kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu, Rabu, 29/6.

Hadirnya di tengah kelompok millenial, Wagub Rosjonsyah sekaligus selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Provinsi Bengkulu, bincang stunting bersama kelompok rentan yaitu remaja.

Dalam kunjungan pada ” Workshop Tentang Kita ” bagi pengelola PIK-R se-Provinsi Bengkulu akhir Juni 2022 baru ini. Rosjonsyah mengajak remaja khususnya anggota PIK-R untuk mengambil peran dalam pembangunan kependudukan khususnya penanganan stunting bagi kelompok rentan.

Wagub Bengkulu Rosjonsyah (tengah) bersama pimpinan BKKBN Bengkulu.

” Remaja adalah kelompok rentan berpotensi risiko hadirkan stunting dalam keluarga, anggota PIK-R agar berkarya sepanjang masa untuk mengedukasi kelompok sebaya mencegah stunting,” harap Wagub.

Ia imbau agar remaja PIK-R memberikan pengetahuan tentang kesehatan kepada semua lapisan masyarakat. Karena stunting tidak hanya mengintai keluarga kurang mampu, keluarga sejahtera pun berpotensi risiko stunting disebabkan lalai asupan gizi berkepanjangan, kata Wagub.

Dikatakan Wagub cegah dini terhadap stunting dengan memperhatikan kesehatan remaja khususnya tes kesehatan pranikah bagi calon pengantin. Catin tes kesehatan sebelum menikah adalah langkah dalam menurunkan stunting, serangkaian tes yang harus dilakukan calon pengantin sebelum resmi menikah.

Pasalnya, tidak semua wanita yang hendak menikah memiliki riwayat kesehatan yang baik. Bahkan terkadang, ada beberapa masalah kesehatan yang mungkin belum terdeteksi selama ini. Peran tes kesehatan pranikah yang akan membantu menilai kondisi kesehatan upaya penurunan stunting. Dan sosialisasikan nikah sehat dan ideal pada usia 21 bagi wanita dan 25 tahun idealnya remaja pria. “Stop nikah usia anak untuk menekan stunting”. (rs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!